Ancaman bagi Umat Islam: Pejuang Syariah Dibunuh, Bubarkan Densus 88!

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ustadz Rahmat S Labib geram dengan aksi brutal Densus 88. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan seolah tak berlaku status praduga tak bersalah bagi orang yang dicap teroris sehingga ia layak dihukum mati mesti belum terbukti dalam persidangan.


“Berbeda dengan kasus korupsi dan lainnya, selalu dikatakan praduga tak bersalah. Tapi khusus orang yang dicap sebagai teroris, belum dibawa ke pengadilan bahkan belum disidik oleh kepolisian sudah layak untuk dihukum mati. Ini tentu merupakan satu kezaliman yang luar biasa,” kata ustadz Rahmat S Labib dalam sambutannya pada Halaqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-45 bertema Bubarkan Densus 88, di Aula Dewan Pers, Kamis (14/2/2013).

Tak sampai di situ kebiadaban Densus 88, seolah belum cukup dengan menembak mati, Densus 88 pun mengarang cerita fitnah bahwa mereka yang ditembak itu telah merencanakan pengeboman.

“Yang lebih parah lagi ketika mereka sudah ditembak mati, dikaranglah berbagai cerita bahwa si A merencakan pemboman di mana-mana. Tentu saja si A yang ditembak mati tadi tidak bisa memberikan pembelaan diri karena sudah mati,” tegasnya.

Dengan mengutip ayat suci Al-Qur’an ustadz Rahmat S Labib manyampaikan, bahwa darah saudaranya sesama Muslim adalah darah yang haram ditumpahkan. Bahkan ancaman Allah bagi mereka yang menumpahkan darah umat Islam amatlah besar:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan adzab yang besar baginya. (Q.S. An-Nisa: 93).

Ia menambahkan, bahwa yang amat menyakitkan umat Islam, mereka ditumpahkan darahnya oleh Densus 88 lantaran ingin menegakkan syariat Islam. Hal inilah yang disampaikan oleh BNPT, bahwa seolah para pejuang yang ingin menegakkan syariat Islam dalah kriminal.

“Maka umat Islam, seharusnya memahami bahwa darah kaum Muslimin adalah darah yang suci, darah yang tidak boleh ditumpahkan begitu saja. Dan yang lebih menyakitkan mereka ditumpahkan darahnya hanya gara-gara mereka menginginkan tegaknya syariah. Inilah yang disampaikan oleh BNPT, inilah yang disampaikan oleh Densus 88, seolah-olah bahwa siapa pun yang meneriakkan syariah adalah kriminal, mereka yang akan menghancurkan negara ini. Padahal telah jelas, yang menghancurkan negara ini adalah para koruptor yang merampok uang negara luar biasa,” ungkapnya.

Terakhir, dengan berapi-api ustadz Rahmat S Labib mengingatkan, Densus 88 adalah ancaman bagi umat Islam, mereka bisa membunuh seseorang, tidak menutup kemungkinan Densus bisa membunuh orang lain, oleh sebab itu Densus 88 harus dibubarkan.

“Ini adalah ancaman bagi umat Islam, jika mereka bisa membunuh satu orang, jika mereka bisa membunuh satu kelompok maka tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk melakukan pembunuhan terhadap kelompok-kelompok lain. Disinilah kepedulian kita perlu kita tumbuhkan, sedikit bagian bersama umat Islam, kita harus peduli terhadap nasib mereka. Inilah yang kita sampaikan, yang kita suarakan, bubarkan Densus 88!” tutupnya. [voa-islam/www.al-khilafah.org]

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini.... Bookmark and Share
Qudwah Ngaji di Hizbut Tahrir

Artikel Terkait lainnya






0 komentar

Tinggalkan Komentar