Header Ads

Tidak Ada Ungkapan Yang Menjelekkan Kesukuan Ahok, Video Tolak Ahok Mahasiswa UI Bukan Sara!

Tida Ada Ungkapan Yang Menjelekkan Kesukuan Ahok, Video Tolak Ahok Mahasiswa UI Bukan Sara!

Dasar negara ini adalah pancasila. Sebagaimana kita ketahui, sila pertama berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang artinya negara menjamin kebebasan rakyat dalam menjalankan ajaran agamanya masing-masing. Haram memilih pemimpin kafir adalah bagian dari ajaran agama Islam, ini sangat jelas termaktub di dalam al-qur’an. Begitu pula dengan amar ma’ruf nahi munkar (dakwah), juga bagian dari ajaran Islam. Dengan demikian, apa yang telah dilakukan oleh Saudara Boby, yakni mengajak umat untuk tidak memilih pemimpin kafir, adalah dalam rangka menjalankan ajaran Islam, dan ini sah di hadapan pancasila berdasarkan tafsir sila pertama di atas.

Kalau ini disebut tindakan SARA, tentu tidak benar, karena tidak ada satu pun kalimat yang keluar dari lisan Boby yang menjelek-jelekkan atau merendahkan latar belakang kesukuan atau keagaman Ahok. Justru pihak yang membuli, bahkan melarang Boby berpendapat, itulah yang layak disebut pelaku tindakan SARA, tidak menghargai Boby melakukan apa yang diimaninya. Dan baru-baru ini,
Ahok katakan, “Mahasiswa UI yang menolak dirinya, ke Timur Tengah saja”. Nah, justru Ahok sendiri pelakunya! Apa mau dia disuruh pulang kampung ke Cina?

Boby membuat video Tolak Pemimpin Kafir dengan mengenakan jaket kuning UI dan berlatar gedung rektotrat UI karena ia memang mahasiswa UI, tetapi ia tidak mewakili institusi UI. Saya juga tahu, video itu dibuat bukan untuk menjatuhkan Ahok di Pilkada DKI, bukan pula untuk kepentingan politik praktis lainnya, karena Gema Pembebasan bukan organisasi underbow parpol mana pun, tetapi sebagai seorang mukmin, kita memang haram mendukung apalagi memilih pemimpin kafir.

Sebagai mantan mahasiswa pergerakan saya tahu organisasi mana saja yang menjadi corong parpol. Saya sangat menyayangkan sikap UI yang diskriminatif. Mahasiswa kritis yang menyampaikan gagasannya dilarang, tetapi Ade Armando yang sering melecehkan Islam tetap dibiarkan menjadi dosen di UI. Saya curiga UI melakukan tindakan intimidasi kepada Boby. Tidak mungkin ia yang sudah bersuara lantang, tiba-tiba meminta maaf dengan cepat.

Jika Boby ditegur karena membawa embel-embel UI dalam videonya, mestinya UI juga menegur Hamdi Muluk yang telah melibatkan Laboratorium Politik UI dalam survey politik yang hasilnya merekomendasikan Ahok sebagai sosok yang pantas menjadi Gubernur DKI Jakarta. Hamdi Muluk juga sempat memaparkan hasil surveynya di salah satu stasiun TV swasta nasional. Bahkan, dengan melihat tindakan ini, mestinya UI memberikan hukuman berat kepada Hamdi Muluk karena telah melibatkan kebesaran nama UI untuk kepentingan politik praktis.

Sebelum pernyataan ini saya tutup, saya katakan bahwa saya tidak berbicara atas nama lembaga
mana pun, meskipun saya pernah bergabung dengan lembaga yang bersangkutan.

Avit Setianto, S. T.
Eks Promotor Tim Kampus Islami Institut Teknologi Bandung
di Pemira Ketua Kabinet KM ITB 2014
Eks Siswa Militer di Kodiklat Pusdikpom TNI AD Cimahi
[www.al-khilafah.org]
Diberdayakan oleh Blogger.